← Kembali ke Portfolio
Praktikum Pemrograman Web

Laporan Praktikum 7
Pengenalan & Instalasi Framework Laravel

Sasya Zamora  ·  2411533014  ·  Informatika – Universitas Andalas  ·  2025/2026

1 Pendahuluan

Laravel merupakan salah satu framework PHP yang paling banyak digunakan dalam dunia pengembangan aplikasi web saat ini. Framework ini dikembangkan oleh Taylor Otwell dan merupakan proyek open source yang dirancang untuk mempercepat proses development dengan menyediakan berbagai fitur siap pakai. Laravel menerapkan pola arsitektur MVC (Model-View-Controller) yang memungkinkan developer untuk memisahkan logika bisnis, tampilan, dan pengelolaan data secara terstruktur dan rapi.

Dalam pengembangan website modern, penggunaan framework menjadi hal yang sangat penting karena mampu mempercepat proses pembuatan aplikasi sekaligus menjaga kualitas dan keamanan kode. Laravel hadir dengan berbagai fitur bawaan yang lengkap seperti Eloquent ORM, Blade Templating Engine, Artisan Console, serta sistem routing dan middleware yang fleksibel.

Pada praktikum ini, mahasiswa akan mempelajari langkah-langkah awal penggunaan Laravel — mulai dari instalasi tools pendukung, pembuatan project baru, memahami struktur direktori, menjalankan server development, hingga menampilkan halaman sederhana sebagai output pertama. Praktikum ini menjadi fondasi penting sebelum melanjutkan ke materi Laravel yang lebih lanjut.

2 Tujuan Praktikum

Setelah menyelesaikan praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  • Melakukan instalasi Laravel beserta seluruh tools pendukungnya secara mandiri
  • Membuat project Laravel baru menggunakan Composer maupun Laravel Installer
  • Memahami dan menjelaskan struktur direktori project Laravel
  • Menerapkan konsep arsitektur MVC (Model-View-Controller) pada Laravel
  • Menjalankan project Laravel menggunakan perintah php artisan serve
3 Alat & Bahan

Berikut tools dan perangkat lunak yang digunakan dalam praktikum ini:

  • Laragon / XAMPP – sebagai web server lokal dan environment PHP
  • Visual Studio Code – code editor utama selama development
  • Composer – package manager untuk PHP, digunakan untuk instalasi Laravel
  • Git – untuk version control dan manajemen repository
  • Node.js & NPM – untuk mengelola aset dan dependency frontend Laravel
  • GitHub – platform hosting repository project
4 Dasar Teori
4.1 Apa itu Laravel?

Laravel adalah framework PHP berbasis open source yang menggunakan pola arsitektur MVC (Model-View-Controller). Dikembangkan oleh Taylor Otwell sejak 2011, Laravel kini menjadi salah satu framework PHP paling populer di dunia. Laravel menyederhanakan proses development dengan menyediakan berbagai tools dan library yang sudah terintegrasi sehingga developer tidak perlu membangun semuanya dari nol.

4.2 Konsep MVC pada Laravel

MVC membagi aplikasi menjadi tiga komponen utama:

Model

Bertanggung jawab atas pengelolaan data dan interaksi dengan database. Dibuat dengan perintah php artisan make:model NamaModel. Model menggunakan Eloquent ORM sehingga operasi database (insert, update, delete, query) bisa dilakukan dengan sintaks PHP yang intuitif.

View

Bertugas menampilkan data kepada pengguna dalam bentuk antarmuka (UI). Laravel menggunakan Blade Templating Engine yang memungkinkan penulisan kode PHP di dalam HTML menggunakan direktif seperti @if, @foreach, dan @extends.

Controller

Penghubung antara Model dan View. Controller menerima request, memproses data, lalu mengembalikan respons. Dibuat dengan perintah php artisan make:controller NamaController.

4.3 Fitur Unggulan Laravel
  • Eloquent ORM – Interaksi database yang ekspresif
  • Blade Templating – Engine template yang bersih
  • Artisan Console – CLI untuk otomatisasi tugas
  • Routing Fleksibel – Definisi URL yang mudah
  • Middleware – Filter request masuk/keluar
  • Keamanan Bawaan – Proteksi CSRF, XSS, SQL Injection
  • Authentication – Login & hak akses pengguna
  • Migration – Manajemen struktur database
5 Langkah-Langkah Pengerjaan
1 Mengecek Kebutuhan Sistem Laravel

Sebelum menginstall Laravel, pastikan semua persyaratan sistem terpenuhi. Laravel 12 membutuhkan PHP versi 8.2 ke atas beserta sejumlah ekstensi PHP yang harus aktif: OpenSSL, PDO, Mbstring, Tokenizer, XML, Ctype, JSON, dan BCmath. Selain itu dibutuhkan Composer, Git, Node.js, dan NPM.

Cek versi masing-masing tool melalui terminal:

php --version # cek versi PHP composer --version # cek versi Composer git --version # cek versi Git node --version # cek versi Node.js npm --version # cek versi NPM
Gambar 1. Pengecekan versi PHP menggunakan terminal
Gambar 1. Pengecekan versi PHP menggunakan terminal
Gambar 2. Pengecekan versi Composer
Gambar 2. Pengecekan versi Composer
Gambar 3. Pengecekan versi Git
Gambar 3. Pengecekan versi Git
2 Membuat Project Laravel

Ada dua cara membuat project Laravel: menggunakan Laravel Installer atau langsung via Composer. Pada praktikum ini digunakan Composer karena lebih umum dan tidak memerlukan instalasi tambahan.

Buka terminal, arahkan ke direktori kerja, lalu jalankan:

composer create-project laravel/laravel nama-project --prefer-dist

Tunggu hingga proses instalasi selesai. Composer akan mengunduh semua dependency yang dibutuhkan secara otomatis.

Gambar 4. Proses pembuatan project Laravel menggunakan Composer
Gambar 4. Proses pembuatan project Laravel menggunakan Composer
Gambar 5. Tampilan terminal setelah project Laravel berhasil dibuat
Gambar 5. Tampilan terminal setelah project Laravel berhasil dibuat
Gambar 6. Struktur direktori project Laravel yang terbentuk
Gambar 6. Struktur direktori project Laravel yang terbentuk
3 Masuk ke Folder Project

Setelah project berhasil dibuat, masuk ke direktori project dan install dependency frontend:

cd nama-project npm install && npm run build composer run dev
Gambar 7. Perintah untuk masuk ke dalam folder project Laravel
Gambar 7. Perintah untuk masuk ke dalam folder project Laravel
4 Menjalankan Project Laravel

Untuk menjalankan project di browser, gunakan perintah Artisan yang akan membuat server development lokal:

php artisan serve

Server akan berjalan di http://127.0.0.1:8000 secara default. Buka browser dan akses alamat tersebut untuk memastikan project Laravel berjalan dengan baik.

Gambar 8. Perintah php artisan serve untuk menjalankan server Laravel
Gambar 8. Perintah php artisan serve untuk menjalankan server Laravel
Gambar 9. Tampilan halaman default Laravel yang berhasil diakses di browser
Gambar 9. Tampilan halaman default Laravel yang berhasil diakses di browser
5 Menampilkan Halaman Hello World

Sebagai percobaan pertama routing Laravel, buka file routes/web.php dan tambahkan route berikut:

Route::get('/hello', function() { return 'Hello World'; });

Simpan file lalu akses http://127.0.0.1:8000/hello di browser. Jika berhasil, browser akan menampilkan tulisan "Hello World", yang membuktikan sistem routing Laravel berjalan dengan benar.

Gambar 10. Tampilan output Hello World setelah route berhasil dibuat
Gambar 10. Tampilan output Hello World setelah route berhasil dibuat
Gambar 11. Hasil akhir halaman Hello World pada browser
Gambar 11. Hasil akhir halaman Hello World pada browser
6 Hasil & Pembahasan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, seluruh tahapan instalasi dan konfigurasi Laravel berhasil diselesaikan dengan baik. Beberapa poin penting yang bisa disimpulkan:

  • Instalasi tools: PHP 8.2, Composer, Git, Node.js, dan NPM semuanya berhasil diinstall dan diverifikasi melalui perintah versi di terminal.
  • Pembuatan project: Project Laravel terbuat dengan lancar menggunakan Composer. Struktur direktori Laravel otomatis terbentuk dengan folder-folder seperti app/ (berisi Model, Controller), resources/views/ (View/Blade), routes/ (konfigurasi routing), dan public/ (root server web).
  • Server development: Perintah php artisan serve berhasil menjalankan server lokal. Halaman default Laravel tampil di browser, menandakan instalasi berjalan dengan benar.
  • Routing sederhana: Route GET berhasil dibuat di web.php. Halaman "Hello World" tampil di browser, membuktikan sistem routing Laravel bekerja sesuai harapan.
7 Kesimpulan

Pada praktikum ini, mahasiswa telah berhasil mempelajari dan menerapkan langkah-langkah dasar penggunaan framework Laravel — mulai dari pengecekan persyaratan sistem, instalasi tools pendukung, pembuatan project baru, hingga menjalankan halaman pertama menggunakan routing Laravel.

Laravel terbukti menjadi framework PHP yang powerful sekaligus mudah digunakan berkat sistem routing yang sederhana, Artisan Console yang memudahkan berbagai tugas development, serta struktur direktori yang terorganisir mengikuti pola arsitektur MVC. Pemahaman dasar ini menjadi bekal penting untuk mempelajari fitur-fitur Laravel yang lebih lanjut pada praktikum berikutnya.